Kamis, 31 Januari 2013

Senyum Kemerdekaan

“Diam”, mendadak menjadi sahabat yang sangat karib di hari hariku, tak ada bait yang berkenan mendekap, atau suara yang membantu mulut ini terbuka. 
Namun tiba tiba saja malam tadi, Ayah datang walau sejenak di mimpiku, memberikan bendera kemerdekaan, semacam senyum, iya, beliau mengajari banyak hal tentang senyum hanya dalam waktu semalam saja. 
“Ambillah cermin, tatap dan tersenyumlah, kau akan temukan betapa sederhananya dunia jika kau merdekakakan sendiri, melalui senyummu, tentu”. Katanya.
.....
trimakasih utk mu di surga..

CERMIS

MISTERI HANTU GUDANG GARAM PADISENTRA
***
KISAH ini terjadi kira kira 25th yg lalu dialami tetanggaku yg dulu bekerja sebagai penjaga gudang..
Dari sejumlah pengakuan warga maupun tetangga yg pernah mengalami, bulu kuduk mereka pasti merinding jika menyusuri Gudang tersebut di malam hari.
BASYIR,. sebut saja demikian penjaga gudang, dia mengaku mengalami langsung kejadian seram saat menjalankan tugasnya.
“Waktu itu aku seperti biasa sift malam.. Basyir ngecek pintu gudang apakah sudah terkunci atau belum serta berkeliling mengawasi,” setelah berkeliling dan di rasa aman Basyir bermaksud untuk santai sejenak.

Suasananya begitu hening, angin malam berhembus sepoi-sepoi namun kondisi cuaca tergolong panas. Basyirpun merogoh kantong dan mengeluarkan sesuatu.. klobot .. belum sempat basyir duduk dan menyalakan klobot (roko) Tiba-tiba dari ruang gudang tiga keluar sesosok bayangan putih. “Aku penasaran, kok ada bayangan putih lewat,” ungkapnya.

Jarak antara bayangan itu dengan dirinya, kata Basyir, hanya sekira 15 meter. Dia lantas terdiam, diperhatikannya betul-betul sosok seorang wanita dengan baju serba putih yang berhenti di pojok lorong gudang tiga. Wanita berambut panjang sampai ke punggung itu rupanya tidak bergerak sama sekali diam mematung di pojok. “Aku ndak yakin itu Tetanggaku kah atau bukan atau seseorang yg sengaja menakutiku. ,” tutur Basyir sembari mengusap lehernya.
Mimik wajah Basyir yang semula serius, kini berubah pucat pasi. Kedua tangannya tampak bergetar. “Bulu kudukku berdiri us, kalau ingat pengalaman itu,” ujar dia.
..
akupun ikut merinding saat Mang Basyir menceritakan pengalamannya.. jd tambah penasaran saja,.. "terusin Mang.. ucapku memaksa.."
...
bersambung.... 

Kenang

Pos Ronda Depan Rumah
***
Malam yang seksi, dengan kopi hitam yang masih mengepul, 
Sebungkus rokok Jarum bLack. hmmm
Malam ini, mengingatkan aku pada beberapa Tahun yang silam, 
Di suatu tempat favorit kita... bersamamu.
....

Rabu, 30 Januari 2013

Puisiku

AKU LELAH
,,...Biarkan aku memaki bentangan sunyi
untuk menyudutkan satu mimpi yg kini ku genggam
Biarkan aku bersumpah memarahi diriku
untuk membangkitkan belas kasihan menembus jiwaku
Biarkan aku melampiaskan emosi
berteriak menjerit mencapai kemarahan...
....
hingga pingsan.........


Puisi

ENTAH..
...


  • Harus kemanakah kudapatkan lagi hak bahtin...Semua terberai.. Hilang musnah..Terlalu lama hati ini mendesah.Hingga tersesat di kota mati.......Semua seolah 'entah' mengiringi langkah hingga hanya beban...Bercermin di wajah ini hanya penyesalan.Bagaimana menemukan sebuah jawaban....Aku diam seribu bisu.. Kaku tak berdaya.....

Penyegaran

ENTAH
..
Pikiran ini melayang jauh ke langit malam pekat tak berujung..
Hanya untuk sebuah jawaban saja tanpa penyesalan.
Suara gemuruh di atas semesta tak menghiraukan tubuh ini.
Tubuh bumi perlahan telah hilang.

Aku berjalan diatas bayang terjal...
Berjalan di atas sesuatu yg elok, membuat aku jatuh tidak berdaya.
...
Hingga terjerembab ... 
Bathinku terperangkap.....
...
Bahwa inilah semua jawaban...???

30012013