“Diam”, mendadak menjadi sahabat yang sangat karib di hari hariku, tak ada bait yang berkenan mendekap, atau suara yang membantu mulut ini terbuka.
Namun tiba tiba saja malam tadi, Ayah datang walau sejenak di mimpiku, memberikan bendera kemerdekaan, semacam senyum, iya, beliau mengajari banyak hal tentang senyum hanya dalam waktu semalam saja.
“Ambillah cermin, tatap dan tersenyumlah, kau akan temukan betapa sederhananya dunia jika kau merdekakakan sendiri, melalui senyummu, tentu”. Katanya.
.....
trimakasih utk mu di surga..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar